1. a.
Marketing Mix adalah sekumpulan variable – variabel pemasaran yang dapat
dikendalikan, yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan
yang diinginkan dalam target pemasaran.
b. Unsur
– unsur 7P dalam marketing mix, yaitu :
- Product (Produk)
Produk
sendiri terbagi dua yaitu produk nyata bisa dilihat dan produk tidak nyata atau
jasa hanya bisa dirasakan tapi tidak bisa di lihat. Dalam hal produk perlu di
perhatikan kualitas, layanan, dan lain-lain karena konsumen ketika membeli
bukan hanya sekedar ingin tapi juga membutuhkan dan harus kita perhatikan
kepuasan konsumen terhadap produk yang kita tawarkan.
- Price (Harga)
Strategi
dalam menentukan harga yang kita tawarkan kepada konsumen , karena harga juga
penentu apakah konsumen mau membeli produk kita atau tidak.
-
Promotion (Promosi)
Merupakan
strategi dalam mengkomunikasikan informasi produk atau jasa dari penjual kepada
pembeli, dalam hal ini kita harus pandai – pandai menyusun strategi promosi
agar produk kita bisa dikenal oleh konsumen.
- Place (Tempat)
Sering
juga di sebut saluran distribusi, yang berarti keseluruhan kegiatan atau fungsi
untuk memindahkan produk disertai dengan hak pemiliknya dari produsen ke
konsumen akhir atau pemakai.
- Partisipant / People (Partisipan)
Partisipant
atau people yang di maksud adalah mereka yang ikut berpartisipasi dalam
startegi pemasaran produk atau jasa, misal dalam usaha restoran maka yang di
maksud adalah para kasir, pelayan, dan penjual sayur dll. baik yang terlibat
langsung mau pun tidak.
-
Process
(Proses)
Kegiatan
marketing mix yang menunjukan bagaimana proses pelayanan yang di berikan kepada
konsumen pada saat melakukan pembelian produk atau jasa yang kita tawarkan.
- Physical Evidence (Bukti Fisik)
merupakan
Lingkungan fisik yang berkaitan dengan keadaan atau kondisi yang di dalamnya
juga termasuk suasana.
c.
Marketing mix memang berlaku untuk semua barang atau produk yang diperjualkan.
Namun, barang atau jasa yang kita jual biasanya tidak hanya sekedar menjual produk, tetapi juga
kualitas pelayanannya. Inilah yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi kita
yang menawarkan nilai tambah.
2. Perusahaan yang berorientasi kepada pasar
adalah perusahaan yang menekankan fungsi penjualan demi kelangsungan sebuah
usaha. Titik tekan aktivitas bisnis adalah upaya menjual sesuatu yang dapat
dibuat dengan berbagai cara. Keuntungan usaha bisa diperoleh dari volume
penjualan produk bisnis. Di saat persaingan sangat ketat dan banyak produk yang
berkualitas saatnya usaha yang didirikan berubah dari berorientasi pada produk
menjadi berorientasi pada pasar. Jika dilihat untuk keberhasilan di jangka
panjang, lebih baik perusahaan yang tidak melakukan orientasi terhadap pasar.
Namun bagi perusahaan yang tidak berorientasi terhadap pasar, perusahaan
tersebut harus melakukan orientasi terhadap produk agar usahanya bertahan hidup
dengan melakukan spesialisasi dan berbiaya rendah dalam hal produksinya. Usaha
yang dilakukan berfokus pada bagaimana meningkatkan daya saing produk di
pasaran. Contohnya seperti perusahaan Tokopedia. Saat mulai banyak perusahaan
dagang bebasis online yang didirikan dan pelayanannya hampir sama, maka
perusahaan Traveloka akan berupaya meningkatkan pelayanannya. Sehingga, para konsumen akan banyak memilih layanan
Traveloka karena menambah pelayanan-pelayanan tertentu yang memudahkan dan
menguntungkan konsumen.
3. a. Harga adalah sejumlah uang yang
dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukar
konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa
tersebut. Dalam hal jual beli, perilaku konsumen cenderung membeli barang atau
jasa dengan harga serendah mungkin. Sedangkan perilaku perusahaan adalah
menjual barang atau jasa serendah mungkin. Oleh karena itu, perusahaan harus
dapat menetapkan harga produknya dengan baik dan tepat sehingga konsumen
tertarik dan mau membeli produk yang ditawarkan agar perusahaan mendapatkan
keuntungan. Jika harganya ternyata lebih tinggi daripada nilai yang diterima,
perusahaan tersebut akan kehilangan kemungkinan untuk memetik laba. Jika
harganya ternyata terlalu rendah daripada nilai yang diterima, perusahaan
tersebut tidak akan berhasil menuai kemungkinan memperoleh laba. Sehingga, saat
biaya produksi sedang mengalami penurunan maka perusahaan harus mengambil
langkah cepat untuk memproduksi barang sebanyak mungkin agar lebih banyak
memperoleh laba.
b.
Pengaruh harga bagi konsumen dalam menetapkan pembeliannya adalah mayoritas
konsumen agak sensitif terhadap harga, namun juga mempertimbangkan faktor lain
(seperti citra, merek, lokasi toko, layanan, nilai (value) dan kualitas).
Selain itu, persepsi konsumen terhadap kualitas produk sering kali dipengaruhi
oleh harga. Dalam beberapa kasus, harga yang mahal dianggap mencerminkan
kualitas tinggi, terutama dalam kategori specialty products.
Sumber :
http://www.indotesis.com/pengertian-peranan-dan-tujuan-penetapan-harga/#sthash.3dYumEII.dpbs
https://rahayu91.wordpress.com/2011/02/20/pasar-monopolistik-dan-oligopoly/
http://koombis.com/pendekatan-berorientasi-pasar/
http://ratidwi.blogspot.co.id/2011/04/dampak-kenaikan-harga-bagi-produsen.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar