Minggu, 27 November 2016

1.    a.  Marketing Mix adalah sekumpulan variable – variabel pemasaran yang dapat dikendalikan, yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan dalam target pemasaran.

b. Unsur – unsur 7P dalam marketing mix, yaitu :
-  Product (Produk)
Produk sendiri terbagi dua yaitu produk nyata bisa dilihat dan produk tidak nyata atau jasa hanya bisa dirasakan tapi tidak bisa di lihat. Dalam hal produk perlu di perhatikan kualitas, layanan, dan lain-lain karena konsumen ketika membeli bukan hanya sekedar ingin tapi juga membutuhkan dan harus kita perhatikan kepuasan konsumen terhadap produk yang kita tawarkan.
-  Price (Harga)
Strategi dalam menentukan harga yang kita tawarkan kepada konsumen , karena harga juga penentu apakah konsumen mau membeli produk kita atau tidak.
- Promotion (Promosi)
Merupakan strategi dalam mengkomunikasikan informasi produk atau jasa dari penjual kepada pembeli, dalam hal ini kita harus pandai – pandai menyusun strategi promosi agar produk kita bisa dikenal oleh konsumen.
-  Place (Tempat)
Sering juga di sebut saluran distribusi, yang berarti keseluruhan kegiatan atau fungsi untuk memindahkan produk disertai dengan hak pemiliknya dari produsen ke konsumen akhir atau pemakai.
-  Partisipant / People (Partisipan)
Partisipant atau people yang di maksud adalah mereka yang ikut berpartisipasi dalam startegi pemasaran produk atau jasa, misal dalam usaha restoran maka yang di maksud adalah para kasir, pelayan, dan penjual sayur dll. baik yang terlibat langsung mau pun tidak.
-          Process (Proses)
Kegiatan marketing mix yang menunjukan bagaimana proses pelayanan yang di berikan kepada konsumen pada saat melakukan pembelian produk atau jasa yang kita tawarkan.
-  Physical Evidence (Bukti Fisik)
merupakan Lingkungan fisik yang berkaitan dengan keadaan atau kondisi yang di dalamnya juga termasuk suasana.

c. Marketing mix memang berlaku untuk semua barang atau produk yang diperjualkan. Namun, barang atau jasa yang kita jual biasanya tidak  hanya sekedar menjual produk, tetapi juga kualitas pelayanannya. Inilah yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi kita yang menawarkan nilai tambah.

2.    Perusahaan yang berorientasi kepada pasar adalah perusahaan yang menekankan fungsi penjualan demi kelangsungan sebuah usaha. Titik tekan aktivitas bisnis adalah upaya menjual sesuatu yang dapat dibuat dengan berbagai cara. Keuntungan usaha bisa diperoleh dari volume penjualan produk bisnis. Di saat persaingan sangat ketat dan banyak produk yang berkualitas saatnya usaha yang didirikan berubah dari berorientasi pada produk menjadi berorientasi pada pasar. Jika dilihat untuk keberhasilan di jangka panjang, lebih baik perusahaan yang tidak melakukan orientasi terhadap pasar. Namun bagi perusahaan yang tidak berorientasi terhadap pasar, perusahaan tersebut harus melakukan orientasi terhadap produk agar usahanya bertahan hidup dengan melakukan spesialisasi dan berbiaya rendah dalam hal produksinya. Usaha yang dilakukan berfokus pada bagaimana meningkatkan daya saing produk di pasaran. Contohnya seperti perusahaan Tokopedia. Saat mulai banyak perusahaan dagang bebasis online yang didirikan dan pelayanannya hampir sama, maka perusahaan Traveloka akan berupaya meningkatkan pelayanannya. Sehingga,  para konsumen akan banyak memilih layanan Traveloka karena menambah pelayanan-pelayanan tertentu yang memudahkan dan menguntungkan konsumen.

3.      a. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut. Dalam hal jual beli, perilaku konsumen cenderung membeli barang atau jasa dengan harga serendah mungkin. Sedangkan perilaku perusahaan adalah menjual barang atau jasa serendah mungkin. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menetapkan harga produknya dengan baik dan tepat sehingga konsumen tertarik dan mau membeli produk yang ditawarkan agar perusahaan mendapatkan keuntungan. Jika harganya ternyata lebih tinggi daripada nilai yang diterima, perusahaan tersebut akan kehilangan kemungkinan untuk memetik laba. Jika harganya ternyata terlalu rendah daripada nilai yang diterima, perusahaan tersebut tidak akan berhasil menuai kemungkinan memperoleh laba. Sehingga, saat biaya produksi sedang mengalami penurunan maka perusahaan harus mengambil langkah cepat untuk memproduksi barang sebanyak mungkin agar lebih banyak memperoleh laba.

b. Pengaruh harga bagi konsumen dalam menetapkan pembeliannya adalah mayoritas konsumen agak sensitif terhadap harga, namun juga mempertimbangkan faktor lain (seperti citra, merek, lokasi toko, layanan, nilai (value) dan kualitas). Selain itu, persepsi konsumen terhadap kualitas produk sering kali dipengaruhi oleh harga. Dalam beberapa kasus, harga yang mahal dianggap mencerminkan kualitas tinggi, terutama dalam kategori specialty products.

Sumber :
http://www.indotesis.com/pengertian-peranan-dan-tujuan-penetapan-harga/#sthash.3dYumEII.dpbs
https://rahayu91.wordpress.com/2011/02/20/pasar-monopolistik-dan-oligopoly/
http://koombis.com/pendekatan-berorientasi-pasar/

http://ratidwi.blogspot.co.id/2011/04/dampak-kenaikan-harga-bagi-produsen.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar