Pentingnya seorang manajemen dalam fungsi manajemen
dalam senuah perusahaan
Menurut pendapat saya, seorang akuntan dalam sebuah perusahaan sangat diperlukan, karena semua perusahaan membutuhkan pengelolaan data yang akurat yang bisa menunjang perusahaan. Maka itu sangat penting sekali peran akuntansi dalam perusahaan ataupun pengguna akuntansi itu sendiri. Tugas utama seorang akuntan ialah membukukan seluruh aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan dengan sistematis, periodik serta dengan mudah mampu utuk dipahami oleh pihak pihak yang berkepentingan atas laporannya, baik internal perusahaan ataupun eksternal perusahaan. Pihak - pihak yang berkepentingan menggunakan laporan akuntansi sebagai sumber informasi utama untuk pengambilan keputusan. Informasi lainpun juga diperlukan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Informasi - informasi tersebut ditampung menjadi satu, dianalisis dan pada akhirnya dipakai sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Sebagai suatu sistem informasi, Akuntansi sangatlah diperlukan baik oleh pihak intern perusahaan, maupun dari luar perusahaan. Para pemangku kepentingan menggunakan laporan akuntansi sebagai informasi utama, meskipun bukan satu - satunya untuk membuat keputusan, mereka juga menggunakan informasi yang lain. Akan tetapi para pemangku kepentingan tersebut tidak hanya menggunakan laporan tersebut, akan tetapi mereka juga menggunakan informasi dari para pelaku bisnis yang ada dalam perusahaan tersebut.
Makna dari persamaaan akuntansi
Persamaan
akuntansi adalah persamaan untuk menggambarkan hubungan antara elemen-elemen
dalam laporan keuangan. Elemen-elemen laporan keuangan yang utama ada 5, yaitu
aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Ketiga elemen laporan keuangan
yang pertama (aset, kewajiban, ekuitas) berada di laporan laporan posisi
keuangan (dulu dikenal dengan nama “neraca”). Kedua elemen berikutnya
(pendapatan dan beban) berada di laporan laba rugi (dulu dikenal dengan nama
“laporan rugi laba”).
Persamaan akuntansi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu
persamaan akuntansi dasar dan persamaan akuntansi ekstensi. Persamaan akuntansi
dasar sangat sederhana, yaitu “Aset = Liabilitas + Ekuitas”. Sementara itu,
persamaan akuntansi ekstensi ada 2, yaitu persamaan akuntansi perspektif
sejarah dan perspektif IFRS. Persamaan akuntansi ekstensi perspektif sejarah
adalah “Aset + Beban = Liabilitas + Ekuitas + Penghasilan”. Persamaan akuntansi
ekstensi perspektif IFRS adalah “Aset = Liabilitas + Ekuitas + (Penghasilan –
Beban)”.
Aktiva atau assets merupakan sumber daya yang
dimiliki oleh perusahaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat pada masa
yang akan datang. Ekuitas atau equity merupakan hak pemilik yang merupakan
sumber investasi. Hubungan antara aktiva dan ekuitas dapat dinyatakan dalam
persamaan berikut.
Aktiva = Ekuitas
Ekuitas terdiri atas dua komponen utama, yaitu
kewajiban atau liabilities dan modal atau capital/owner’s equity. Kewajiban
merupakan keharusan suatu perusahaan untuk melunasi jumlah tertentu atau
melaksanakan suatu jasa kepada pihak lain pada saat jatuh tempo.
Adapun modal merupakan hak pemilik dalam suatu
perusahaan sebagai akibat adanya modal pokok yang diserahkan untuk memulai
usaha. Kedua komponen ekuitas ini dapat dinyatakan sebagai berikut.
Ekuitas = Kewajiban + Modal
Dengan demikian, persamaan akuntansi tersebut dapat
ditulis ulang menjadi seperti berikut.
Aktiva = Kewajiban + Modal
Dari persamaan ini menunjukkan hubungan antara
aktiva, kewajiban, dan modal yang kemudian disebut sebagai persamaan akuntansi
atau accounting equation. Persamaan akuntansi merupakan perangkat dasar dalam
bidang akuntansi. Persamaan akuntansi menjelaskan bahwa nilai aktiva selalu
sama dengan penjumlahan nilai kewajiban dan modal. Artinya, aktiva dipengeruhi
oleh dua variabel, yaitu kewajiban dan modal.
Mengapa di katakana likuiditas,solvabilitas,rentabilitas
sebagai unsure kontinuitas perusahaan
Going
Concern (Kontinuitas Usaha) mengatakan bahwa suatu perusahaan akan beroperasi
terus menerus dalam melakukan kegiatan, walaupun kenyataannya mengalami banyak
kendala dan gagal setelah perusahaan baru saja didirikan. Unsur-unsur
kontinuitas, yaitu :
a.
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya. Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk
memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya.
b.
Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua
kewajibannya. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi
seluruh utang yang ada dengan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya. Hal
ini sesungguhnya jarang terjadi kecuali perusahaan mengalami ke pailitan.
Kemampuan operasi perusahaan dicerminkan dari aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan.
c.
Rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba
selama periode tertentu.
Ruang
lingkup manajemen pembelanjaan dari satu garis
Manajemen Keuangan atau Pembelanjaan merupakan kegiatan yang berhubungan dengan
usaha-usaha mendapatkan dana perusahaan serta usaha untuk menggunakan dan
mengalokasikan dana tersebut secara efisien. Perusahaan dalam menjalankan
bisnis memerlukan aset riil (real
assets) dimana aset riil tersebut berupa Tangible assets :
1. Aset
lancar : Kas, Piutang, Persediaan
2. Aset
tetap : mesin, pabrik, kantor, kendaraan
Dan dapat berupa aset tidak berwujud (Intangible
assets) : keahlian teknis (technical expertise) merk dagang (trade mark),
patent. Untuk mewujudkan aset riil
tersebut memerlukan modal yang dapat di peroleh bersumber pada:
1. Liability
: Utang Dagang, Obligasi, Utang bank
2.
Equity : Modal setor, Saham, Laba
Ditahan
Secara umum, dapat kita ketahui bahwa ruang lingkup
manajemen keuangan cukup luas untuk dipelajari. Namun, dalam praktiknya kita
mengenal bahwa bidang keuangan dalam kajian manajemen keuangan dibagi menjadi
dua macam, yaitu :
1.
Financial service, yaitu bidang keuangan yang berhubungan dengan
pembuatan desain dan konsultasi produk finansial baik kepada individu
(perorangan), bisnis (dunia usaha), dan pemerintah. Hal-hal yang berkaitan
dengan jasa keuangan meliputi :
• Loan
officers
• Pialang
• Konsultan
keuangan
2.
Managerial finance, merupakan kegiatan yang berhubungan dengan
tugas-tugas manejer keuangan di dalam perusahaan yang aktif dalam mengelola
keuangan perusahaan seperti :
• Menyusun
budget
• Peramalan
keuangan
• Manejemen
kas
•
Administrasi kredit
• Mencari
dana
• Melakukan
investasi
Kedua bidang keuangan tersebut dalam praktiknya
selalu berjalan searah dan saling mendukung, saling berkaitan, serta saling
ketergantungan satu sama lainnya. Artinya, kedua jenis bidang keuangan ini
selalu dibutuhkan guna mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan.
Sumber :
https://financialtrik.wordpress.com/2013/09/19/ruang-lingkup-manajemen-keuangan/
http://ekonomi-sosiologi-geografi.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-manajemen-keuangan-dan-ruang.html
https://nandangss4477.wordpress.com/2015/05/18/pengertian-persamaan-akuntansi/
http://www.ekonomiplanner.com/2014/06/fungsi-akuntansi-di-perusahaan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar