Minggu, 01 Desember 2019


Artikel Sumber Daya Manusia 
 Nama : Vicky Bayu
 NPM : 27216529

setiap perusahaan ataupun organisasi, dari kecil hingga besar, pasti tidak lepas dari yang namanya Sumber Daya Manusia (SDM). Namun tidak semua SDM itu berkualitas, ada beberapa yang kurang baik, dan memberikan efek buruk pada perusahaan. Yang menjadi pertanyaan sekarang, seperti apakah ciri-ciri dari SDM berkualitas tersebut? Mari baca selengkapnya. Seseorang yang berkualitas itu merupakan seseorang yang senantiasa mengantisipasi tuntutan pada masa depan, mempunyai sikap positif, berwawasan, berperilaku terpuji, dan mempunyai ketrampilan, kemampuan, serta keahlian yang memang sesuai kebutuhan pada berbagai bidang dan sektor. Atau paling tidak pada bidang di mana SDM tersebut ditempatkan. Berikut di bawah ini merupakan sifat-sifat SDM unggul atau berkualitas, yaitu:
SIFAT-SIFAT SDM BERKUALITAS
Ulet
Seseorang yang tak gampang putus asa. Jadi akan terus menerus berusaha mencari penyelesaian, diiringi dengan sikap tekun, keuletan tersebut akan membawa orang tersebut pada sebuah dedikasi pekerjaan yang bermutu dan berkualitas. Di mana ini tentu saja akan membawa dampak positif pada perusahaan tempat pegawai tersebut bekerja.
Tekun
Seseorang yang memiliki kemampuan untuk memfokuskan perhatian mereka pada sesuatu yang sedang mereka kerjakan. Harap Anda ketahui, bahwa tidak semua orang bisa memiliki kemampuan ini. Ketekunan itu sendiri, akan menciptakan sesuatu, sebab manusia atau SDM berkualitas tak akan berhenti jika mereka belum membuahkan sesuatu yang positif untuk perusahaan atau tempat organisasi di mana mereka bekerja.
Inovatif
Selain tekun dan ulet, sifat ketiga ini juga penting untuk masuk dalam kategori SDM berkualitas. SDM yang berkualitas itu bukanlah seorang pegawai yang cepat puas dengan apa yang mereka gapai, namun merupakan seorang manusia unggul, yakni manusia kreatif, yang senantiasa aktif dalam mencari berbagai hal yang baru. Tentunya yang bersifat positif dan mendukung pekerjaan mereka untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi, bukan penurunan kinerja.
Jujur
Sifat keempat ini sangatlah penting. Banyak SDM yang harus diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan karena tidak memenuhi poin keempat ini, bahkan harus berurusan dengan hukum. Kejujuran ini, lebih luas, bukan hanya bagi orang lain namun juga bagi diri sendiri. Di mana kejujuran pada orang lain yakni harus bisa bekerja sama, dilandasi oleh rasa saling percaya. Kejujuran pada perusahaan, bekerja dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku. Namun juga harus jujur terhadap kemampuan mereka sendiri, jika seorang SDM jujur terhadap apa yang bisa mereka perbuat serta apa yang tak dapat mereka perbuat, maka orang tersebut akan mendapatkan tanggung jawab pekerjaan yang sesuai. Dan tidak menutup kemungkinan untuk berkembang ke depannya.
Dedikasi
Walaupun terlihat sepele, namun dedikasi ini juga sifat yang penting yang harus dimiliki oleh SDM berkualitas. Seorang yang unggul wajib untuk memiliki rasa pengabdian pada tugas serta pekerjaan mereka. Di mana mereka harus mempunyai visi yang jauh ke depan. Seseorang dengan dedikasi yakni seorang yang disiplin, sebab akan fokus pada apa yang mau mereka wujudkan. Jika dilihat dari sisi profesionalitas, maka memiliki arti tidak bekerja setengah-setengah.
Tentunya manajemen sumber daya manusia memiliki kaitan erat dengan hal-hal di atas. Organisasi atau perusahaan harus memiliki sistem manajemen yang baik, sehingga bisa mempertahankan SDM berkualitas mereka untuk terus memberikan benefit bagi organisasi atau perusahaan dan SDM itu sendiri. Sekian artikel tentang ciri SDM berkualitas itu seperti apa? Semoga bermanfaat.

Keberadaan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok di beberapa daerah di Indonesia mengundang banyak perhatian masyarakat belakangan ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah membanjirnya tenaga kerja asing di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah yang bekerja di kawasan industri IMIP. Jumlah TKA di wilayah tersebut pada Januari 2018 sebanyak 3.506 orang dan pada Maret 2018 meningkat sebesar 9.27% menjadi 3.831 orang. Membanjirnya jumlah TKA mengundang protes dari masyarakat karena dinilai memperkecil kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal. Apalagi masih banyak masyarakat Indonesia yang masih menjadi pengangguran. Berdasarkan data BPS Agustus 2017, jumlah angkatan kerja Indonesia sebanyak 128,06 juta, naik dibandingkan Agustus 2016 yang berjumlah 125,44 juta. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2017 sebesar 5,50%, turun dibandingkan jumlah pada Agustus 2016 sebesar 5,61%. Walaupun demikian, 60% jumlah angkatan kerja Indonesia masih didominasi oleh lulusan SD dan SMP.[  Masih tingginya jumlah tenaga kerja berpendidikan rendah menunjukkan bahwa peningkatan jumlah angkatan kerja belum diimbangi dengan ketersediaan jumlah tenaga kerja terampil di Indonesia.
Dalam rangka mendukung perekonomian nasional dan perluasan kesempatan kerja melalui peningkatan investasi, Presiden menandatangani Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Perpres ini dibuat sebagai pengganti  Perpres  Nomor 72 Tahun 2014  tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing dan bertujuan untuk menyederhanakan prosedur perizinan bagi tenaga ahli asing di Indonesia. Adanya Perpres ini mengundang pro dan kontra di masyarakat. Pihak yang pro beranggapan bahwa dengan memudahkan prosedur perizinan untuk TKA maka akan memperbaiki iklim investasi di Indonesia dimana lebih banyak investor asing yang akan menanamkan modalnya dan akan ada transfer pengetahuan dan teknologi bagi tenaga kerja lokal. Sedangkan bagi pihak yang kontra, Perpres ini dinilai semakin memudahkan masuknya tenaga kerja asing di Indonesia dan merugikan tenaga kerja lokal karena akan menimbulkan persaingan kesempatan kerja. Disamping itu, temuan tim Ombudsman di beberapa wilayah mengungkap bahwa banyak TKA yang bekerja sebagai  buruh kasar, padahal TKA yang diperbolehkan bekerja di Indonesia hanyalah pekerja ahli atau yang menduduki jabatan sebagai komisaris, direksi, jabatan ahli dan teknisi. Oleh karena itu, pemerintah dituntut untuk memperketat pengawasan terhadap TKA yang masuk ke Indonesia untuk mencegah tingginya persaingan kesempatan kerja dengan tenaga kerja lokal.
Maraknya TKA yang masuk ke Indonesia tidak hanya disebabkan oleh peraturan yang memudahkan prosedur perizinan bagi mereka tetapi juga sebagai dampak dari diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak 2015. MEA merupakan tantangan tersendiri bagi Indonesia karena tidak hanya memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis dan tenaga kerja terampil untuk turut bersaing di pasar regional ASEAN tetapi sekaligus membuka persaingan pasar bagi pebisnis dan tenaga kerja. Adanya MEA harus dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pembangunan di Indonesia, terutama dengan adanya bonus demografiyang diprediksi terjadi pada 2020-2030. Melimpahnya jumlah tenaga kerja produktif di Indonesia harus dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, tenaga kerja lokal dituntut untuk meningkatkan kualitasnya agar dapat bersaing dengan tenaga kerja asing secara global. Karena bagaimanapun, perusahaan tentunya menginginkan pekerja yang berkualitas untuk meningkatkan nilai dan pendapatan bagi perusahaannya.
Peningkatan kualitas SDM merupakan hal yang krusial saat ini terutama dengan mulai berlakunya MEA. Dalam menanggapi hal ini, Kementerian Tenaga Kerja berupaya untuk meningkatkan kompetensi dan sertifikasi profesi serta mengoptimalkan informasi pasar kerja baik di dalam maupun luar negeri. Upaya peningkatkan kualitas SDM dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang mulai dijalankan pada 2017. Peningkatan kompetensi dilakukan melalui program pelatihan kerja, program pemagangan serta program sertifikasi sesuai dengan kebutuhan industri sehingga menghasilkan tenaga kerja yang terlatih, terampil dan terserap di industri-industri yang ada di Indonesia Sebagai salah satu perwujudannya, pemerintah telah menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang merupakan fasilitas pelatihan yang telah disesuaikan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI). Pelatihan yang diberikan di BLK fokus pada penguasaan kemampuan kerja yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan di tempat kerja. Pelatihan keterampilan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan di daerah masing-masing yang meliputi pelatihan otomotif, las, bangunan kayu dan batu, elektronik, komputer, teknologi informasi, menjahit, kerajinan tangan, pertanian dan perkebunan. BLK Lombok Timur merupakan salah satu BLK yang telah berhasil melantik 1.398 orang pesertanya yang ditempatkan di luar negeri melalui program kapal pesiar Royal CarribeanPemerintah terus berupaya untuk meningkatkan mutu dan akses terhadap BLK dengan tidak memungut biaya serta tidak menetapkan batasan umur dan tingkat pendidikan bagi pesertanya. Selain itu, pemerintah juga menjalin kerjasama dengan lembaga pemagangan dari dalam maupun luar negeri sehingga ilmu yang didapatkan selama mengikuti pelatihan dapat dipraktekkan secara langsung pada saat magang.
Disamping itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Perindustrian juga telah menggagas kerjasama yang melibatkan 1.245 SMK dan 415 industri untuk menyelaraskan kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri. Melalui kerjasama ini, perusahaan yang terlibat dapat memberikan pembinaan dan bantuan peralatan untuk  praktek kepada SMK yang menjadi mitranya. Selain itu, Kementerian Perindustrian juga mengadakan program pelatihan Sistem 3 in 1 dan Diklat peningkatan kompetensi. Selanjutnya, pemerintah juga perlu memperbanyak workshop tentang ketenagakerjaan seperti penguasaan Bahasa Ingggris dan penggunaan komputer. Hal  ini sangat penting mengingat para tenaga kerja khususnya generasi muda harus dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi tantangan di era globalisasi dan kecanggihan teknologi saat ini.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat dilihat bahwa Pemerintah telah melakukan beberapa upaya dalam rangka peningkatan kualitas SDM di Indonesia. Upaya tersebut tentu saja membutuhkan kerjasama dari semua pihak, baik dari kalangan industri tanah air sebagai wadah yang menampung para tenaga kerja, maupun masyarakat umum khususnya keluarga dalam hal pemberian pendidikan dan keahlian sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Kesadaran serta semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri dan daya saing juga diperlukan dari generasi muda yang merupakan agen pembangunan bagi bangsa ini. Selain itu, diperlukan pengawasan dan evaluasi untuk memastikan program-program yang ada berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan produktifitas tenaga kerja khususnya generasi muda. Dengan SDM yang berkualitas, target dalam pembangunan Indonesia akan lebih mudah tercapai.


Rabu, 13 November 2019





KELOMPOK 3
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
PT.HERO SUPERMARKET, Tbk.



Disusun Oleh:
Dillah Noviawati                     (23216895)              pengendaliam
Fandi Wasito                           (22216599)               mptivating
Fathurrizki Emir Elkarim        (2B219808)             pengendalian
Khansa Shabirah Z                  (23216895)              organizing
Kris Ramanda                        (23216930)               penempatan
Vicky Bayu                              (27216528)            planning


Kelas          :         4EB06 


PT HERO Supermarket Tbk.

PIONEER
Perjalanan kesuksesan Hero tidak terlepas dari kehidupan “hero”-nya yang sangat inspiratif. Beliau ialah almarhum M.S. Kurnia, yang dilahirkan pada 1 Desember 1934 di Sukabumi, Jawa Barat. Beliau dibesarkan di masa yang sulit. Di Jakarta, Kurnia kecil tidak mempunyai waktu untuk menikmati masa kecilnya seperti orang lain, dan beliau harus membantu keluarganya keluar dari kesulitan.
Kurnia kecil tidak mau membuang-buang waktu. Setelah sekolah tanpa waktu untuk bermain dengan teman-temannya, Kurnia langsung bekerja untuk mengumpulkan uang dengan menjual makanan. Kegigihannya menghasilkan dukungan dari orang tuanya dan saudaranya. Sampai 1945, Kurnia dengan kakaknya laki-lakinya, Wu Guo Chang, mencoba untuk melakukan bisnis dengan serius. Bersama, mereka mendirikan CV (Commanditaire Vennootschap) perusahaan dengan nama  CV. Hero.
 Pada tahun 1959 Wu Guo Chang mengundurkan diri dari CV. Hero , namun  Kurnia tidak putus asa dan tetap optimis dengan prospek ritel bisnis Hero dalam makanan dan minuman impor. “Kunci dari kesuksesan adalah pertama, kita harus mengambil kesempatan pada waktu yang tepat walaupun kesempatan itu datang dari mana saja. Kedua, itu tergantung pada apakah anda mempunyai visi dan bisa bertumbuh  di atas yang lain”, kata Kurnia secara jelas tentang
prinsipnya. Ini adalah bakat Kurnia. Dia bisa melihat sisi positif dari sebuah kesempatan yang tidak bisa dilihat oleh kebanyakan orang.
 Tidak lama kemudian, tahun 70-an datang dan membawa harapan. Saat kondisi ekonomi membaik, Kurnia melihat kesempatan. “Lihatlah orang-orang asing itu, mereka pergi ke Singapura 3 atau 4 kali hanya untuk berbelanja makanan barat dan minuman. Ini adalah kesempatan, kita bisa mengimpor makanan dan minuman yang mereka butuhkan dan kita bisa menjualnya lagi di Jakarta” kata Kurnia dengan penuh semangat.
 Dengan nasehat dari temannya yang berasal dari Kanada, Mr Charles Turton, Kurnia dan Nurjahati pergi ke Singapura untuk melakukan survey tentang supermarket. Satu per satu, mereka mengunjungi beberapa supermarket modern disana, dan mereka membuat persiapan dengan hati-hati. Kurnia lalu siap untuk membuka supermarket modern. Dia sangat percaya diri dan yakin dengan prospek bisnisnya. Untuk pertama kali pada 23 Agustus 1973, Hero Mini Supermarket dibuka. Supermarket ini berlokasi di Jl. Falatehan No. 23, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, di tengah perumahan mewah, dengan total pegawai hanya 16 orang. Upacara pembukaannya sangat sederhana, hanya keluarga dekat yang diundang.
 Di awal bisnis supermarketnya, Kurnia mengalami banyak kesulitan. Dia menyadari bahwa waktu kerjanya kurang menguntungkan. Ditambah kurangnya pengalaman, banyak makanan yang terbuang karena tidak terjual. Dia akhirnya berinovasi, memulainya dengan membangun gudang spesial untuk makanan segar untuk mengatur waktu kerja para pegawainya.
 Pada tahun 70-an, kebanyakan supermarket tutup pada hari Minggu dan liburan. Kurnia melihat situasi ini sebagai kesempatan. Pada hari-hari tersebut, dia membuka Hero dan mendapat respons yang besar dari pelanggannya. Melihat kesuksesan Hero, toko lainnya dan supermarket lalu mengikuti strateginya. Ini membuat Hero sebagai pelopor dalam mempunyai jam belanja alternatif di Indonesia! Pasang dan surut, untung dan rugi, surplus dan minus, Kurnia harus melewati ini semua dalam menjalani ritel bisnisnya. Bersama dengan Nurhajati, dia melakukan apa pun untuk mencapai kesuksesan untuk Hero. Karena Kurnia, “Semua harus ada percobaan pertama. Tanpa itu, akan sangat sulit untuk mengetahui apakah ini akan bekerja atau tidak.” Dan itu tidak mengambil waktu yang lama untuk prinsipnya untuk dibuktikan.
 Kesuksesan Hero Faletehan menciptakan kesempatan yang lebih banyak untuk Kurnia dan membuatnya lebih mudah untuk mencapai target yang dia inginkan. Kesuksesan Hero pertama dikarenakan waktu yang tepat, ekonomi yang kondusif, dan juga dukungan dari partner perusahaan.Lebih dari itu, Hero bertahan dan melanjutkan berkembang dengan hampir tidak ada pesaing! Kebanyakan, hanya ada para pengikut. Selama Hero berkembang, supermarket lainnya muncul dan mengikuti gaya Hero.
Tidak mengejutkan, Hero Supermarket berkembang seperti bambu di musim semi. Hero berkembang menjadi perusahaan ritel yang dihormati di Indonesia. Satu per satu, Hero Supermarket dibuka di tahun 70-an. “Membuka satu Supermarket setiap tahun”, kata Kurnia saat dia mengatur target penjualan. Sampai 1980, pernyataan Kurnia dibuktikan dengan terbentuknya 9 cabang Hero Supermarket di Jakarta. Ini adalah pencapaian yang luar biasa pada saat itu!
GO PUBLIC
Di tahun 80-an, pada saat ekonomi Indonesia menjadi lebih stabil, populasi kelas menengah ke atas meningkayt. Mereka berpenghasilan dua kali lipat dan hidup mapan. Ini mempunyai efek ke meningkatnya kebutuhan akan komoditi di supermarket. Situasi ini pastinya menguntungkan kepada perkembangan Hero. Di opini Kurnia, “Selama ekonomi berkembang, Hero mempunya banyak ruang untuk berkembang, tanpa mempunyai kecemasan tentang pesaing. “Kesuksesan Hero tidak terlepas dari karakter dan sifat M.S. Kurnia sebagai penemunya. Rekan-rekan Kurnia mengenalnya sebagai ramah, polos, jujur, sopan dan baik hati. Inilah mengapa banyak orang menyukai bekerja dengan dia dan sangat bersemangat untuk memajukan Hero bersama. Didukung oleh kegigihan, keoptimisan dan visi Kurnia, Hero berkembang.
 Siapapun yang mengenal Kurnia pastinya kagum akan keberaniannya dan visinya yang berjangka panjang. Memilih tempat yang tepat untuk supermarket baru, contohnya, bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Pada saat dia memilih lokasi untuk supermarketnya, Kurnia bisa menghabiskan akhir pekannya mengamati lokasi secara berulang-ulang. Dia mengulangi ini secara teratur untuk mendapat lokasi yang tepat untuk Hero Supermarket selanjutnya.
 Dalam memilih lokasi, terkadang Kurnia memiliki pertimbangan yang sulit dipahami. “Tempat ini menarik, dan ini akan berbeda dalam satu tahun atau dua di masa depan,” katanya saat dia menemukan tempat yang sepi di pinggiran Jakarta. Beberapa tahun kemudian, semua orang setuju dengan keputusannya. Strateginya kira-kira sama seperti konsep “kota dikelilingi desa”, yang berarti supermarket yang dibangun di daerah pinggiran yang membuatnya menjadi pusat dari beberapa perumahan.
Sebagai tambahan dari sifat kemurahan hatinya yang luar biasa, Kurnia juga mempunyai pikiran yang tajam. Disaat supermarket lainnya berkompetisi dengan harga murah, Hero tetap teguh dengan komitmennya. Kurnia mengingatkan pegawainya untuk mengikuti prinsip bahwa apabila mereka secara konsisten menyediakan pelayanan terbaik dan produk berkualitas di bawah manajemen yang solid, Hero akan tetap tidak tertandingi. Tiga prinsip inilah yang dinyatakan Kurnia sebagai 3 Nilai Filosofis Hero pada 1988. Memberikan  dan menanamkan ide positif ke pegawainya telah menjadi salah satu prinsip Kurnia dalam memajukan Hero. Kurnia dianggap sebagai kereta cepat, sementara sebagian lainnya bergerak sebagai roda elemen pendukung. Tidak heran Kurnia dapat memelihara kerja sama tim.
 Untuk mendukung ini semua, Hero Group sering menyediakan pelatihan dan pengembangan keahlian untuk semua pegawai. Pada 1988, era komputerisasi dimulai. Hero menggunakan komputer IBM dari A.S 400 untuk mendapat jaringan otomatis untuk memperbaiki keefektifan dan keefisiensian. Dengan komputer ini, sistem informasi tentang penjualan dan persediaan terintegrasi agar pengambilan keputusan lebih cepat dilakukan.
A STEP FURTHER
Di akhir tahun 1980-an, perkembangan Hero semakin kuat. Pada 1989, Hero ada di puncak keberhasilannya dan memasuki tahun 1990 dengan penuh harapan Hero Group telah meningkatkan modalnya jauh untuk menjadi perusahaan yang cukup besar. Pada akhirnya, di tahun yang sama, Hero group melaksanakan Initial Public Offering (IPO), yang berarti menjual saham kepada masyarakat umum.
 Waktu adalah kunci dari kesuksesan IPO. Setelah mempelajari peraturan dan kondisi keuangan,  Hero memenuhi syarat secara keuangan. Hero memenuhi kriteria untuk IPO. Pada 1989, Hero menjual saham 15% di Bursa Efek Jakarta. Tanpa disangka, penganalisa investasi mengatakan bahwa Hero adalah perusahaan dengan performa yang cepat. Pengamatan ini mempunyai efek yang positif terhadap Hero Group, dan akhirnya meningkatkan harga saham nya.
 Tetapi siapa yang mengira, pada saat Hero Group berkembang seperti roket, M.S Kurnia meninggal dunia pada 10 Mei 1992. Banyak rekannya dan sahabatnya terkejut. Nurjahati, istrinya, tidak akan pernah melupakan insiden ini. Dia takut, bingung dan tidak merasa percaya diri untuk melanjutkan bisnis Hero setelah ditinggalkan almarhum Kurnia. Akan tetapi, Nurjahati mengingat pesannya, “Sampai tahun 2000, apabila Tuhan memberkati, mungkin kita bisa mencapai 100 cabang.” Sekarang, dia menjadi kuat.
 Saat melaksanakan IPO pada 1989, Hero dicatat mempunyai 26 Supermarket dan 3000 penyedia barang (300 di antaranya produser besar). Lima tahun kemudian, pada 1994 atau dua tahun setelah Kurnia meninggal, Hero Supermarket telah berkembang menjadi 56 supermarket. Sangat menakjubkan!
Maka itu, Hero dicatat sebagai perusahaan ritel di Indonesia yang berada sama level dengan skala multinasional. Rintangan yang dihadapi semakin sulit. Hero Group harus mampu bertahan dalam menghadapi kompetisi. “Kita harus melawan dengan harga, lokasi supermarket, strategi marketing, kualitas produk, pelayanan dan kenyamanan, dibandingkan dengan pesaing-pesaing,” kata Nurjahati.

Senin, 14 Oktober 2019


MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
KELOMPOK 3
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
PT.HERO SUPERMARKET, Tbk.



Disusun Oleh:
Dillah Noviawati                     (23216895)              Technology Information
Fandi Wasito                           (22216599)
Fathurrizki Emir Elkarim        (2B219808)             Human Resource
Khansa Shabirah Z                  (23216895)              Internal Audit
Kris Ramanda                        (23216930)             Finance
Vicky Bayu                              (27216528)             Supply Chain

Kelas          :         4EB06





             STRUKTUR ORGANISASI PT. HERO SUPERMARKET, Tbk


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEuGRwzStWUQT9CCxRAMrcJ07a75rfFGSaBO2BUzgMOMvbhPGlO6WxJWBDoLW7XmxffMv3YquQT9L218yL62rwsTrTIDe1xNF09N6GQwQiNgTc8LLdByw-8kXe3p-JOAMGoSrT5013mFme/s320/98.jpg


Struktur Organisasi PT. Hero Supermarket, Tbk memiliki 12 Divisi dibawah naungan Direksi. Diantaranya Divisi Internal Audit, Finance, Group Control, Supply Chain, Property, Commersial, Food Operations GIANT, Food Operations HERO, Information Technology, Guardian Health and Beauty Operations, IKEA Indonesia Operations dan Humas Resources.

Kali ini yang akan saya bahas adalah Divisi dan sub divisi suppply chain seperti job desk dan tanggung jawabnya pada PT. Hero Supermarket, Tbk.


Pengertian supply adalah sejumlah material yang disimpan dan dirawat menurut aturan tertentu dalam tempat persediaan agar selalu dalam keadaan siap pakai dan ditatausahakan dalam buku perusahaan. Pengertian supply chain adalah sebuah proses bisnis dan informasi yang berulang yang menyediakan produk atau layanan dari pemasok melalui proses pembuatan dan pendistribusian kepada konsumen.  Sedangkan menurut Indrajit dan Djokopranoto supply chain adalah suatu tempat sistem organisasi menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Rantai ini juga merupakan jaringan dari berbagai organisasi yang saling berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu sebaik mungkin menyelenggarakan pengadaan atau penyalur barang tersebut.  Pengertian Manajemen adalah teknik atau seni untuk mengarahkan dan menggerakkan orang lain dalam rangka mencapai tujuan.
Tujuan supply chain manajemen berdasarkan definisi diatas adalah:
1.            Supply chain manajemen menyangkut pertimbangan mengenai lokasi setiap fasilitas yang memiliki dampak terhadap aktivitas dan biaya dalam rangka memproduksi produk yang diinginkan pelanggan dari supplier dan pabrik hingga disimpan di gudang dan pendistribusiannya ke sentra penjualan.
2.            Mencapai efisiensi aktivitas dan biaya seluruh sistem, total biaya sistem dari transportasi hingga distribusi persediaan bahan baku, proses kerja dan barang jadi.
3.            penyerahan / pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan konsumen
4.             mengurangi biaya
5.             meningkatkan segala hasil dari seluruh supply chain (bukan hanya satu perusahaan)
6.            mengurangi waktu
7.             memusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi
Tahapan Supply Chain Mencapai supply chain terintegrasi menurut terdiri dari beberapa tahapan, antara lain:
A.    Baseline (Dasar). Posisi dari kebebasan fungsional yang lengkap di mana    masing-masing fungsi bisnis seperti produksi dan pembelian melakukan aktivitas mereka secara sendiri-sendiri dan terpisah dari fungsi bisnis yang lain.
B.   Integrasi Fungsional.Perusahaan telah menyadari perlu sekurang-kurangnya    ada penggabungan antara fungsi-fungsi yang melakukan aktivitas hampir sama, misalnya antara bagian distribusi dan manajemen persediaan atau pembelian dengan pengendalian material 
C.   Integrasi secara internal. Diperlukan pengadaan dan pelaksanaan perencanaan kerangka kerja end-to-end.
D.   Integrasi secara eksternal. Integrasi supply chain yang sebenarnya dengan   konsep menghubungkan dan koordinasi yang dicapai pada Tahap3, yang diperluas dengan bagian supplier dan pelanggan.

Keuntungan menerapkan supply chain menurut Indrajit dan Djokopranoto adalah: 
I.                   Mengurangi inventori barang. Inventori merupakan aset perusahaan yang berkisar antara 30%-40% sedangkan biaya penyimpanan barang berkisar 20%-40% dari nilai barang yang disimpan.   
II.                Menjamin kelancaran arus barang. Rangkaian perjalanan dari bahan baku sampai menjadi barang jadi dan diterima oleh pemakai/pelanggan merupakan suatu mata rantai yang panjang (chain) yang perlu dikelola dengan baik.
III.             Menjamin mutu. Jaminan mutu juga merupakan serangkaian mata rantai panjang yang harus dikelola dengan baik karena mutu barang jadi ditentukan tidak hanya oleh proses produksi tetapi juga oleh mutu bahan mentahnya dan mutu keamanan dalam pengirimannya.



Aktivitas Supply Chain Management

Pengertian Supply Chain – Mgt Logistik
Aktivitas supply chain adalah sebuah jaringan kerja yang melibatkan transformasi sumber daya alam, bahan baku dan komponen – komponennya hingga menjadi produk akhir yang akan dikirim ke pelanggan atau customer.
Untuk mengevaluasi kinerja aktivitas supply chain management dapat menggunakan metode metode seperti 

Konsep Supply Chain

Pengertian Supply Chain – Mgt Logistik
Konsep Rantai Pasokan didasarkan pada dua ide utama:
Pemikiran pertama dari supply chain adalah bahwa secara praktikal setiap produk yang sampai kepada end user merupakan kumpulan usaha dari berbagai organisasi. Organisasi-organisasi inilah yang secara kolektif dianggap sebagai rantai pasok.
Pemikiran selanjutnya dari supply chain adalah bahwa rantai pasok telah eksis dalam kurun waktu yang lama, namun sebagian organisasi hanya memusatkan perhatiannya ke kepentingan mereka sendiri.
Tanpa pengelolaan yang memadai, maka tiap-tiap organisasi yang berperan dalam rantai pasok seringkali bergerak tidak efektif.
Setiap organisasi yang masuk dalam rantai suplai akan berusaha untuk saling terhubung bersama-sama dalam proses manajemen rantai suplai melalui aliran fisik dan aliran informasi.

Proses Manajemen Rantai Pasok 

Pengertian Supply Chain – Mgt Logistik
Pengertian dari proses manajemen rantai pasok:
Proses manajemen rantai pasok adalah semua proses yang terhubung oleh mata rantai yang berada pada arus perpindahan barang.
Proses tersebut mencakup keseluruhan proses saat barang masih berupa bahan mentah, kemudian diubah lagi menjadi produk setengah jadi lalu diproses lagi menjadi produk akhir.

Aliran Arus Fisik / Material
Dalam aliran fisik material barang melibatkan transformasi, pergerakan, penyimpanan barang (storage) dan bahan baku (raw material), daur ulang (recycle), limbah (waste) dan pembuangan. Secara sederhana, arus ini adalah yang paling mudah dilihat.
Aliran Arus Informasi
Arus informasi yang diperoleh dalam jaringan ini memungkinkan berbagai mata rantai pasok saling berkoordinasi dalam mewujudkan rencana jangka panjangnya dan mengontrol aliran barangnya.
Aliran Arus Finansial / Keuangan
Satu hal yang tak kalah penting tentu adalah persoalan keuangan. Aliran keuangan meliputi informasi dan atau persyaratan kredit, jadwal pembayaran, tenggang waktu, penetapan kepemilikan dan status pengiriman.

Contoh supply chain adalah sbb:

Contoh Supply Chain / Mata rantai 1: Suppliers
Aliran fisik yang ada dalam mata rantai yang pertama ini antara lain bahan baku, material mentah, material tambahan ataupun suku cadang.
Suppliers atau pemasok yang berada dalam rantai pertama saling berhubungan dengan suppliers lainnya.
Pada mata rantai pertama ini saja jumlahnya bisa sangat banyak tapi bisa juga hanya ada pemasok tunggal atau sedikit.
Contoh Supply Chain / Mata rantai 1 – 2 : Suppliers, Manufacturer
Mata rantai pertama dihubungkan dengan mata rantai kedua. Di sini dapat berupa manufacturer , plants , assembler , fabricator atau bentuk lain.
Pada titik ini dilakukan pembuatan, pabrikasi, asembling, perakitan dan konversi hingga finishing.
Sampai di tahap ini, dengan perencanaan yang baik, sebenarnya sudah terdapat potensi untuk melakukan penghematan.
Target – target penghematan pada titik ini contohnya dalam hal inventories untuk raw material, bahan setengah jadi, dan bahan jadi yang berada di pihak suppliersmanufacturer, dan tempat transit.

Contoh Supply Chain / Mata rantai 1 – 2 – 3 : Suppliers, Manufacturer, Distributor
Finishing Product yang dihasilkan oleh manufacturer kemudian didistribusikan kepada konsumen.
Bisnis distributor adalah sebuah usaha, dimana pihak perantara menjembatani kepentingan jual beli antara produsen dan retailer.
Proses Distributor itu sendiri dimulai dengan pembelian produk dari pabrik atau mata rantai manufacturer, atau distributor lain yang lebih besar.
Selanjutnya terjadi pengklasifikasian produk untuk didistribusikan ke retailers ataupun ke end user.

Contoh Supply Chain / Mata rantai 1 – 2 – 3 – 4 : Suppliers, Manufacturer, Distributor, Retailer Outlets
Pedagang besar biasanya mempunyai fasilitas gudang (warehouse) milik sendiri atau dapat juga menyewa dari pihak lain.
Gudang ini digunakan untuk menumpuk barang sebelum didistribusikan lagi ke pihak retailer. Transportasi hingga ke outlet para pengecer biasanya dilakukan menggunakan jalur darat.
Pada titik ini kembali dapat kita lihat potensi-potensi untuk melakukan efisiensi. Dari segi logistik, dapat memanfaatkan konsep backloading atau muatan balik dari truk yang kosong saat perjalanan pulang.

Contoh Supply Chain / Mata rantai 1 – 2 – 3 – 4 -5 : Supplier, Manufacturer, Distributor, Retailer Outlets, Customers
Dari rak-raknya, para pengecer atau retailers ini menawarkan barangnya langsung kepada para pelanggan atau pembeli atau pengguna barang tersebut.
Yang termausk outlets adalah toko, warung, warung serba ada, swalayan, toko kelontong, koperasi, mall, club stores, dan sebagainya di mana pembeli akhir melakukan pembelian.
Walaupun secara fisik dapat dikatakan bahwa ini merupakan mata rantai yang terakhir, sebetulnya masih ada satu mata rantai lagi, yaitu dari pembeli (yang mendatangi retailer outlet tadi) ke real customers atau real user, karena pembeli belum tentu pengguna sesungguhnya.
Mata rantai supply baru betul-betul berhenti setelah barang yang bersangkutan tiba di pemakai langsung (pemakai yang sebenarnya) barang atau jasa dimaksud.
Contoh Supply Chain / Mata rantai yang dijelaskan di atas merupakan suatu gambaran umum terhadap konsep rantai pasok.
Rantai Pasok merupakan suatu ilmu yang cukup kompleks yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berkembang sesuai dengan teknologi serta kebutuhan dari konsumen.
Kemampuan ini menyebabkan masuknya beberapa pemain utama yang ikut masuk berperan penting dalam aktifitas Rantai Pasok, yang di antaranya adalah :
Logistic Service Provider, yaitu pihak yang menyediakan jasa aktifitas logistik yang dapat berbentuk 3PL (Third Party Logistics) hingga 4PL (Forth Party Logistics) yang saat ini sedang berkembang dan marak di dalam aktifitas Rantai Pasok.
Internet Provider hingga Webmaster yang muncul akibat berkembangnya aktifitas jual beli melalui online (e-commerce) yang mana secara langsung mempengaruhi proses rantai pasok.
Pada sistem rantai pasok yang canggih, produk-produk bekas pakai dapat masuk kembali ke dalam untaian mata rantai apabila residu nya masih dapat didaur ulang atau diguna ulang. Rantai pasokan juga menghubungkan nilai – nilai (value) sebuah produk.