KELOMPOK 3
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
PT.HERO SUPERMARKET, Tbk.
Disusun Oleh:
Dillah Noviawati (23216895) pengendaliam
Fandi Wasito (22216599) mptivating
Fathurrizki Emir Elkarim (2B219808) pengendalian
Khansa Shabirah Z (23216895) organizing
Kris Ramanda (23216930) penempatan
Vicky Bayu (27216528) planning
Fathurrizki Emir Elkarim (2B219808) pengendalian
Khansa Shabirah Z (23216895) organizing
Kris Ramanda (23216930) penempatan
Vicky Bayu (27216528) planning
Kelas : 4EB06
PT HERO Supermarket Tbk.
PIONEER
Perjalanan
kesuksesan Hero tidak terlepas dari kehidupan “hero”-nya yang sangat
inspiratif. Beliau ialah almarhum M.S. Kurnia, yang dilahirkan pada 1 Desember
1934 di Sukabumi, Jawa Barat. Beliau dibesarkan di masa yang sulit. Di Jakarta,
Kurnia kecil tidak mempunyai waktu untuk menikmati masa kecilnya seperti orang
lain, dan beliau harus membantu keluarganya keluar dari kesulitan.
Kurnia kecil tidak mau membuang-buang waktu. Setelah sekolah tanpa waktu untuk bermain dengan teman-temannya, Kurnia langsung bekerja untuk mengumpulkan uang dengan menjual makanan. Kegigihannya menghasilkan dukungan dari orang tuanya dan saudaranya. Sampai 1945, Kurnia dengan kakaknya laki-lakinya, Wu Guo Chang, mencoba untuk melakukan bisnis dengan serius. Bersama, mereka mendirikan CV (Commanditaire Vennootschap) perusahaan dengan nama CV. Hero.
Kurnia kecil tidak mau membuang-buang waktu. Setelah sekolah tanpa waktu untuk bermain dengan teman-temannya, Kurnia langsung bekerja untuk mengumpulkan uang dengan menjual makanan. Kegigihannya menghasilkan dukungan dari orang tuanya dan saudaranya. Sampai 1945, Kurnia dengan kakaknya laki-lakinya, Wu Guo Chang, mencoba untuk melakukan bisnis dengan serius. Bersama, mereka mendirikan CV (Commanditaire Vennootschap) perusahaan dengan nama CV. Hero.
Pada
tahun 1959 Wu Guo Chang mengundurkan diri dari CV. Hero , namun Kurnia
tidak putus asa dan tetap optimis dengan prospek ritel bisnis Hero dalam
makanan dan minuman impor. “Kunci dari kesuksesan adalah pertama, kita harus
mengambil kesempatan pada waktu yang tepat walaupun kesempatan itu datang dari
mana saja. Kedua, itu tergantung pada apakah anda mempunyai visi dan bisa
bertumbuh di atas yang lain”, kata Kurnia secara jelas tentang
prinsipnya. Ini adalah bakat Kurnia. Dia bisa melihat sisi positif dari sebuah kesempatan yang tidak bisa dilihat oleh kebanyakan orang.
prinsipnya. Ini adalah bakat Kurnia. Dia bisa melihat sisi positif dari sebuah kesempatan yang tidak bisa dilihat oleh kebanyakan orang.
Tidak
lama kemudian, tahun 70-an datang dan membawa harapan. Saat kondisi ekonomi
membaik, Kurnia melihat kesempatan. “Lihatlah orang-orang asing itu, mereka
pergi ke Singapura 3 atau 4 kali hanya untuk berbelanja makanan barat dan
minuman. Ini adalah kesempatan, kita bisa mengimpor makanan dan minuman yang
mereka butuhkan dan kita bisa menjualnya lagi di Jakarta” kata Kurnia dengan
penuh semangat.
Dengan
nasehat dari temannya yang berasal dari Kanada, Mr Charles Turton, Kurnia dan
Nurjahati pergi ke Singapura untuk melakukan survey tentang supermarket. Satu
per satu, mereka mengunjungi beberapa supermarket modern disana, dan mereka
membuat persiapan dengan hati-hati. Kurnia lalu siap untuk membuka supermarket
modern. Dia sangat percaya diri dan yakin dengan prospek bisnisnya. Untuk
pertama kali pada 23 Agustus 1973, Hero Mini Supermarket dibuka. Supermarket
ini berlokasi di Jl. Falatehan No. 23, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, di
tengah perumahan mewah, dengan total pegawai hanya 16 orang. Upacara
pembukaannya sangat sederhana, hanya keluarga dekat yang diundang.
Di
awal bisnis supermarketnya, Kurnia mengalami banyak kesulitan. Dia menyadari
bahwa waktu kerjanya kurang menguntungkan. Ditambah kurangnya pengalaman,
banyak makanan yang terbuang karena tidak terjual. Dia akhirnya berinovasi,
memulainya dengan membangun gudang spesial untuk makanan segar untuk mengatur
waktu kerja para pegawainya.
Pada
tahun 70-an, kebanyakan supermarket tutup pada hari Minggu dan liburan. Kurnia
melihat situasi ini sebagai kesempatan. Pada hari-hari tersebut, dia membuka
Hero dan mendapat respons yang besar dari pelanggannya. Melihat kesuksesan Hero,
toko lainnya dan supermarket lalu mengikuti strateginya. Ini membuat Hero
sebagai pelopor dalam mempunyai jam belanja alternatif di Indonesia! Pasang dan
surut, untung dan rugi, surplus dan minus, Kurnia harus melewati ini semua
dalam menjalani ritel bisnisnya. Bersama dengan Nurhajati, dia melakukan apa
pun untuk mencapai kesuksesan untuk Hero. Karena Kurnia, “Semua harus ada
percobaan pertama. Tanpa itu, akan sangat sulit untuk mengetahui apakah ini
akan bekerja atau tidak.” Dan itu tidak mengambil waktu yang lama untuk
prinsipnya untuk dibuktikan.
Kesuksesan
Hero Faletehan menciptakan kesempatan yang lebih banyak untuk Kurnia dan
membuatnya lebih mudah untuk mencapai target yang dia inginkan. Kesuksesan Hero
pertama dikarenakan waktu yang tepat, ekonomi yang kondusif, dan juga dukungan
dari partner perusahaan.Lebih dari itu, Hero bertahan dan melanjutkan
berkembang dengan hampir tidak ada pesaing! Kebanyakan, hanya ada para
pengikut. Selama Hero berkembang, supermarket lainnya muncul dan mengikuti gaya
Hero.
Tidak
mengejutkan, Hero Supermarket berkembang seperti bambu di musim semi. Hero
berkembang menjadi perusahaan ritel yang dihormati di Indonesia. Satu per satu,
Hero Supermarket dibuka di tahun 70-an. “Membuka satu Supermarket setiap
tahun”, kata Kurnia saat dia mengatur target penjualan. Sampai 1980, pernyataan
Kurnia dibuktikan dengan terbentuknya 9 cabang Hero Supermarket di Jakarta. Ini
adalah pencapaian yang luar biasa pada saat itu!
GO
PUBLIC
Di
tahun 80-an, pada saat ekonomi Indonesia menjadi lebih stabil, populasi kelas
menengah ke atas meningkayt. Mereka berpenghasilan dua kali lipat dan hidup
mapan. Ini mempunyai efek ke meningkatnya kebutuhan akan komoditi di
supermarket. Situasi ini pastinya menguntungkan kepada perkembangan Hero. Di
opini Kurnia, “Selama ekonomi berkembang, Hero mempunya banyak ruang untuk
berkembang, tanpa mempunyai kecemasan tentang pesaing. “Kesuksesan Hero tidak
terlepas dari karakter dan sifat M.S. Kurnia sebagai penemunya. Rekan-rekan
Kurnia mengenalnya sebagai ramah, polos, jujur, sopan dan baik hati. Inilah
mengapa banyak orang menyukai bekerja dengan dia dan sangat bersemangat untuk
memajukan Hero bersama. Didukung oleh kegigihan, keoptimisan dan visi Kurnia,
Hero berkembang.
Siapapun
yang mengenal Kurnia pastinya kagum akan keberaniannya dan visinya yang
berjangka panjang. Memilih tempat yang tepat untuk supermarket baru, contohnya,
bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Pada saat dia memilih lokasi untuk
supermarketnya, Kurnia bisa menghabiskan akhir pekannya mengamati lokasi secara
berulang-ulang. Dia mengulangi ini secara teratur untuk mendapat lokasi yang
tepat untuk Hero Supermarket selanjutnya.
Dalam
memilih lokasi, terkadang Kurnia memiliki pertimbangan yang sulit dipahami.
“Tempat ini menarik, dan ini akan berbeda dalam satu tahun atau dua di masa
depan,” katanya saat dia menemukan tempat yang sepi di pinggiran Jakarta.
Beberapa tahun kemudian, semua orang setuju dengan keputusannya. Strateginya
kira-kira sama seperti konsep “kota dikelilingi desa”, yang berarti supermarket
yang dibangun di daerah pinggiran yang membuatnya menjadi pusat dari beberapa
perumahan.
Sebagai tambahan dari sifat
kemurahan hatinya yang luar biasa, Kurnia juga mempunyai pikiran yang tajam.
Disaat supermarket lainnya berkompetisi dengan harga murah, Hero tetap teguh
dengan komitmennya. Kurnia mengingatkan pegawainya untuk mengikuti prinsip
bahwa apabila mereka secara konsisten menyediakan pelayanan terbaik dan produk
berkualitas di bawah manajemen yang solid, Hero akan tetap tidak tertandingi.
Tiga prinsip inilah yang dinyatakan Kurnia sebagai 3 Nilai Filosofis Hero pada
1988. Memberikan dan menanamkan ide positif ke pegawainya telah menjadi
salah satu prinsip Kurnia dalam memajukan Hero. Kurnia dianggap sebagai kereta
cepat, sementara sebagian lainnya bergerak sebagai roda elemen pendukung. Tidak
heran Kurnia dapat memelihara kerja sama tim.
Untuk
mendukung ini semua, Hero Group sering menyediakan pelatihan dan pengembangan
keahlian untuk semua pegawai. Pada 1988, era komputerisasi dimulai. Hero
menggunakan komputer IBM dari A.S 400 untuk mendapat jaringan otomatis untuk
memperbaiki keefektifan dan keefisiensian. Dengan komputer ini, sistem
informasi tentang penjualan dan persediaan terintegrasi agar pengambilan
keputusan lebih cepat dilakukan.
A
STEP FURTHER
Di
akhir tahun 1980-an, perkembangan Hero semakin kuat. Pada 1989, Hero ada di
puncak keberhasilannya dan memasuki tahun 1990 dengan penuh harapan Hero Group
telah meningkatkan modalnya jauh untuk menjadi perusahaan yang cukup besar.
Pada akhirnya, di tahun yang sama, Hero group melaksanakan Initial Public
Offering (IPO), yang berarti menjual saham kepada masyarakat umum.
Waktu
adalah kunci dari kesuksesan IPO. Setelah mempelajari peraturan dan kondisi
keuangan, Hero memenuhi syarat secara keuangan. Hero memenuhi kriteria
untuk IPO. Pada 1989, Hero menjual saham 15% di Bursa Efek Jakarta. Tanpa
disangka, penganalisa investasi mengatakan bahwa Hero adalah perusahaan dengan
performa yang cepat. Pengamatan ini mempunyai efek yang positif terhadap Hero
Group, dan akhirnya meningkatkan harga saham nya.
Tetapi
siapa yang mengira, pada saat Hero Group berkembang seperti roket, M.S Kurnia
meninggal dunia pada 10 Mei 1992. Banyak rekannya dan sahabatnya terkejut.
Nurjahati, istrinya, tidak akan pernah melupakan insiden ini. Dia takut,
bingung dan tidak merasa percaya diri untuk melanjutkan bisnis Hero setelah
ditinggalkan almarhum Kurnia. Akan tetapi, Nurjahati mengingat pesannya,
“Sampai tahun 2000, apabila Tuhan memberkati, mungkin kita bisa mencapai 100
cabang.” Sekarang, dia menjadi kuat.
Saat
melaksanakan IPO pada 1989, Hero dicatat mempunyai 26 Supermarket dan 3000
penyedia barang (300 di antaranya produser besar). Lima tahun kemudian, pada 1994
atau dua tahun setelah Kurnia meninggal, Hero Supermarket telah berkembang
menjadi 56 supermarket. Sangat menakjubkan!
Maka itu, Hero dicatat sebagai
perusahaan ritel di Indonesia yang berada sama level dengan skala
multinasional. Rintangan yang dihadapi semakin sulit. Hero Group harus mampu
bertahan dalam menghadapi kompetisi. “Kita harus melawan dengan harga, lokasi
supermarket, strategi marketing, kualitas produk, pelayanan dan kenyamanan,
dibandingkan dengan pesaing-pesaing,” kata Nurjahati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar