MANAJEMEN
SUMBER DAYA MANUSIA
KELOMPOK 3
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
PT.HERO SUPERMARKET, Tbk.
Disusun Oleh:
Dillah
Noviawati (23216895) Technology
Information
Fandi Wasito (22216599)
Fathurrizki Emir Elkarim (2B219808) Human Resource
Khansa Shabirah Z (23216895) Internal Audit
Kris Ramanda (23216930) Finance
Vicky Bayu (27216528) Supply Chain
Fandi Wasito (22216599)
Fathurrizki Emir Elkarim (2B219808) Human Resource
Khansa Shabirah Z (23216895) Internal Audit
Kris Ramanda (23216930) Finance
Vicky Bayu (27216528) Supply Chain
Kelas : 4EB06
STRUKTUR ORGANISASI PT. HERO SUPERMARKET, Tbk
STRUKTUR ORGANISASI PT. HERO SUPERMARKET, Tbk
Struktur Organisasi
PT. Hero Supermarket, Tbk memiliki 12 Divisi dibawah naungan Direksi.
Diantaranya Divisi Internal Audit, Finance, Group Control, Supply Chain,
Property, Commersial, Food Operations GIANT, Food Operations HERO, Information
Technology, Guardian Health and Beauty Operations, IKEA Indonesia Operations
dan Humas Resources.
Kali ini yang akan saya bahas adalah
Divisi dan sub divisi suppply chain seperti job desk dan tanggung jawabnya pada
PT. Hero Supermarket, Tbk.
Pengertian
supply adalah sejumlah material yang disimpan dan dirawat menurut aturan
tertentu dalam tempat persediaan agar selalu dalam keadaan siap pakai dan
ditatausahakan dalam buku perusahaan. Pengertian supply chain adalah
sebuah proses bisnis dan informasi yang berulang yang menyediakan produk atau
layanan dari pemasok melalui proses pembuatan dan pendistribusian kepada
konsumen. Sedangkan menurut Indrajit dan Djokopranoto supply chain adalah
suatu tempat sistem organisasi menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada
para pelanggannya. Rantai ini juga merupakan jaringan dari berbagai organisasi
yang saling berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu sebaik mungkin
menyelenggarakan pengadaan atau penyalur barang tersebut. Pengertian
Manajemen adalah teknik atau seni untuk mengarahkan dan menggerakkan orang lain
dalam rangka mencapai tujuan.
Tujuan supply chain manajemen berdasarkan definisi diatas adalah:
1.
Supply chain manajemen menyangkut pertimbangan mengenai lokasi setiap
fasilitas yang memiliki dampak terhadap aktivitas dan biaya dalam rangka
memproduksi produk yang diinginkan pelanggan dari supplier dan pabrik hingga
disimpan di gudang dan pendistribusiannya ke sentra penjualan.
2.
Mencapai efisiensi aktivitas dan biaya seluruh sistem, total biaya sistem
dari transportasi hingga distribusi persediaan bahan baku, proses kerja dan
barang jadi.
3.
penyerahan / pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan konsumen
4.
mengurangi biaya
5.
meningkatkan segala hasil dari seluruh supply chain (bukan hanya satu
perusahaan)
6.
mengurangi waktu
7.
memusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi
Tahapan Supply Chain Mencapai supply chain terintegrasi menurut terdiri
dari beberapa tahapan, antara lain:
A. Baseline
(Dasar). Posisi dari kebebasan fungsional yang lengkap di mana
masing-masing fungsi bisnis seperti produksi dan pembelian
melakukan aktivitas mereka secara sendiri-sendiri dan terpisah dari fungsi
bisnis yang lain.
B. Integrasi Fungsional.Perusahaan
telah menyadari perlu sekurang-kurangnya ada penggabungan
antara fungsi-fungsi yang melakukan aktivitas hampir sama, misalnya antara
bagian distribusi dan manajemen persediaan atau pembelian dengan pengendalian
material
C. Integrasi secara
internal. Diperlukan pengadaan dan pelaksanaan perencanaan kerangka kerja
end-to-end.
D. Integrasi secara
eksternal. Integrasi supply chain yang sebenarnya dengan konsep
menghubungkan dan koordinasi yang dicapai pada Tahap3, yang diperluas dengan
bagian supplier dan pelanggan.
Keuntungan menerapkan supply chain menurut Indrajit dan Djokopranoto adalah:
Keuntungan menerapkan supply chain menurut Indrajit dan Djokopranoto adalah:
I.
Mengurangi inventori barang. Inventori merupakan aset perusahaan yang
berkisar antara 30%-40% sedangkan biaya penyimpanan barang berkisar 20%-40%
dari nilai barang yang disimpan.
II.
Menjamin kelancaran arus barang. Rangkaian perjalanan dari bahan baku
sampai menjadi barang jadi dan diterima oleh pemakai/pelanggan merupakan suatu
mata rantai yang panjang (chain) yang perlu dikelola dengan baik.
III.
Menjamin mutu. Jaminan mutu juga merupakan serangkaian mata rantai panjang
yang harus dikelola dengan baik karena mutu barang jadi ditentukan tidak hanya
oleh proses produksi tetapi juga oleh mutu bahan mentahnya dan mutu keamanan
dalam pengirimannya.
Aktivitas
Supply Chain Management
Pengertian Supply Chain –
Mgt Logistik
Aktivitas supply chain
adalah sebuah jaringan kerja yang melibatkan transformasi sumber
daya alam, bahan baku dan komponen – komponennya hingga menjadi produk akhir
yang akan dikirim ke pelanggan atau customer.
Untuk mengevaluasi kinerja aktivitas supply chain management
dapat menggunakan metode metode seperti
Konsep Supply Chain
Pengertian Supply Chain –
Mgt Logistik
Konsep Rantai
Pasokan didasarkan pada dua ide utama:
Pemikiran pertama dari
supply chain adalah bahwa secara praktikal setiap produk yang sampai kepada end
user merupakan kumpulan usaha dari berbagai organisasi. Organisasi-organisasi
inilah yang secara kolektif dianggap sebagai rantai pasok.
Pemikiran
selanjutnya dari supply chain adalah bahwa rantai pasok telah eksis dalam kurun
waktu yang lama, namun sebagian organisasi hanya memusatkan perhatiannya ke
kepentingan mereka sendiri.
Tanpa pengelolaan yang memadai, maka tiap-tiap organisasi yang
berperan dalam rantai pasok seringkali bergerak tidak efektif.
Setiap organisasi yang masuk dalam rantai suplai akan berusaha
untuk saling terhubung bersama-sama dalam proses manajemen rantai suplai melalui aliran
fisik dan aliran informasi.
Proses Manajemen Rantai
Pasok
Pengertian Supply Chain –
Mgt Logistik
Pengertian dari proses manajemen rantai pasok:
Proses
manajemen rantai pasok adalah semua
proses yang terhubung oleh mata rantai yang berada pada
arus perpindahan barang.
Proses
tersebut mencakup keseluruhan proses saat
barang masih berupa bahan mentah,
kemudian diubah lagi menjadi produk setengah jadi lalu
diproses lagi menjadi produk akhir.
Aliran Arus Fisik / Material
Dalam
aliran fisik material barang melibatkan transformasi, pergerakan, penyimpanan
barang (storage) dan bahan baku (raw material), daur ulang (recycle), limbah
(waste) dan pembuangan. Secara sederhana, arus ini adalah yang paling mudah
dilihat.
Aliran Arus Informasi
Arus
informasi yang diperoleh dalam jaringan ini memungkinkan berbagai mata rantai
pasok saling berkoordinasi dalam mewujudkan rencana jangka panjangnya dan
mengontrol aliran barangnya.
Aliran Arus Finansial /
Keuangan
Satu
hal yang tak kalah penting tentu adalah persoalan keuangan. Aliran keuangan
meliputi informasi dan atau persyaratan kredit, jadwal pembayaran, tenggang
waktu, penetapan kepemilikan dan status pengiriman.
Contoh supply chain adalah sbb:
Contoh Supply Chain / Mata
rantai 1: Suppliers
Aliran fisik yang ada dalam
mata rantai yang pertama ini antara lain bahan baku, material mentah, material
tambahan ataupun suku cadang.
Suppliers atau pemasok yang
berada dalam rantai pertama saling berhubungan dengan suppliers lainnya.
Pada
mata rantai pertama ini saja jumlahnya bisa sangat banyak tapi bisa juga hanya
ada pemasok tunggal atau sedikit.
Contoh Supply Chain / Mata
rantai 1 – 2 : Suppliers, Manufacturer
Mata rantai pertama
dihubungkan dengan mata rantai kedua. Di sini dapat berupa manufacturer , plants , assembler , fabricator atau
bentuk lain.
Pada titik ini dilakukan
pembuatan, pabrikasi, asembling, perakitan dan konversi hingga finishing.
Sampai di tahap ini, dengan
perencanaan yang baik, sebenarnya sudah terdapat potensi untuk melakukan
penghematan.
Target – target penghematan
pada titik ini contohnya dalam hal inventories untuk raw material,
bahan setengah jadi, dan bahan jadi yang berada di pihak suppliers, manufacturer,
dan tempat transit.
Contoh Supply Chain / Mata
rantai 1 – 2 – 3 : Suppliers, Manufacturer, Distributor
Finishing Product yang
dihasilkan oleh manufacturer kemudian
didistribusikan kepada konsumen.
Bisnis distributor adalah
sebuah usaha, dimana pihak perantara menjembatani kepentingan jual beli antara
produsen dan retailer.
Proses Distributor itu
sendiri dimulai dengan pembelian produk dari pabrik atau mata rantai manufacturer,
atau distributor lain yang lebih besar.
Selanjutnya terjadi
pengklasifikasian produk untuk didistribusikan ke retailers ataupun
ke end
user.
Contoh Supply Chain / Mata
rantai 1 – 2 – 3 – 4 : Suppliers, Manufacturer, Distributor, Retailer Outlets
Pedagang besar biasanya
mempunyai fasilitas gudang (warehouse) milik
sendiri atau dapat juga menyewa dari pihak lain.
Gudang ini digunakan untuk
menumpuk barang sebelum didistribusikan lagi ke pihak retailer. Transportasi
hingga ke outlet para pengecer biasanya dilakukan menggunakan jalur darat.
Pada titik ini kembali
dapat kita lihat potensi-potensi untuk melakukan efisiensi. Dari segi logistik,
dapat memanfaatkan konsep backloading atau
muatan balik dari truk yang kosong saat perjalanan pulang.
Contoh Supply Chain / Mata
rantai 1 – 2 – 3 – 4 -5 : Supplier, Manufacturer, Distributor, Retailer
Outlets, Customers
Dari rak-raknya, para
pengecer atau retailers ini menawarkan barangnya langsung kepada para pelanggan
atau pembeli atau pengguna barang tersebut.
Yang termausk outlets
adalah toko, warung, warung serba ada, swalayan, toko kelontong, koperasi,
mall, club stores, dan sebagainya di mana pembeli akhir melakukan pembelian.
Walaupun secara fisik dapat
dikatakan bahwa ini merupakan mata rantai yang terakhir, sebetulnya masih ada
satu mata rantai lagi, yaitu dari pembeli (yang mendatangi retailer outlet
tadi) ke real customers atau real user, karena pembeli belum tentu pengguna
sesungguhnya.
Mata
rantai supply baru betul-betul berhenti setelah barang yang bersangkutan tiba
di pemakai langsung (pemakai yang sebenarnya) barang atau jasa dimaksud.
Contoh Supply Chain / Mata
rantai yang dijelaskan di atas merupakan suatu gambaran umum terhadap konsep
rantai pasok.
Rantai Pasok merupakan suatu ilmu yang cukup kompleks yang
memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berkembang sesuai dengan teknologi
serta kebutuhan dari konsumen.
Kemampuan ini menyebabkan masuknya beberapa pemain utama yang
ikut masuk berperan penting dalam aktifitas Rantai Pasok, yang di antaranya
adalah :
Logistic Service Provider,
yaitu pihak yang menyediakan jasa aktifitas logistik yang dapat berbentuk 3PL
(Third Party Logistics) hingga 4PL (Forth Party Logistics) yang saat ini sedang
berkembang dan marak di dalam aktifitas Rantai Pasok.
Internet Provider hingga
Webmaster yang muncul akibat berkembangnya aktifitas jual beli
melalui online (e-commerce) yang mana secara langsung mempengaruhi proses
rantai pasok.
Pada sistem rantai pasok yang canggih, produk-produk bekas pakai
dapat masuk kembali ke dalam untaian mata rantai apabila residu nya masih
dapat didaur ulang atau diguna ulang. Rantai pasokan juga menghubungkan nilai –
nilai (value)
sebuah produk.
