Cerita Lensa
sabtu sore ini aku ingin menceritakan salah satu pengalaman hidup yang membahagiakan
versi ku, tetapi kalau setelah di baca ternyata kalian tidak bahagia jangan salah
kan aku, karena kadar kebahagian seseorang itu berbeda-beda.
Sebelum lanjut
bercerita aku permisi ke dapur dulu ya mau buat teh manis anget, karena
kebetulan sore ini habis hujan dan udara dingin tembus hingga kamar ku hehe.
Yuk kita lanjutin, pengalaman hidup yang
membuat ku bahagia itu “passion yang di bayar”
tidak pernah terpikir sebelum nya membuat video akan menjadi sebuah penghasilan
buat ku, karena selama ini hanya keisengan saja. oiya kita belum kenalan nama
aku Vicky Bayu biasa sih teman-teman manggil nya pikbay, tapi terserah kalian
mau manggil apa.
cerita ini di
mulai tepat 1 tahun yang lalu saat itu teman ku baru saja keluar dari pekerjaanya, karena bingung mau ngapain dia mengirim pesan padaku, inti dari pesan itu dia mengajak ku untuk bikin
project visualisasi puisi, tanpa mikir
panjang aku meng iya kan ajakan nya, karena kebetulan aku suka buat puisi.
teman aku ini
nama nya Le dia partner ku dalam pembuatan project video, seminggu setelah
mengirim pesan Le datang ke rumah ku, kita berdiskusi dengan seru membahas
project ini. banyak ide-ide kreatif yang muncul dari otak kita mulai dari
konsep judul puisi,konsep visualisasi,hingga narasi film pendek yang kita ambil
dari tema puisi.
Dalam diskusi
yang panjang ini kita juga menamakan tim project kita “Quo Vadis” , tidak ada
arti khusus dari penamaan itu, nama itu aku temukan di kamus bahasa indonesia yang
lusuh punya bapak. singkat cerita kita mulai membuat visualisasi puisi itu
dengan konsep judul nya di ambil dari nama bulan, karena kita mulai di bulan
november, puisi pertama berjudul NOVEMBERLALU.
Setelah di buat
dan selesei dalam waktu seminggu puisi ini kita upload di instagram
masing-masing, visualisasi puisi ini sengaja kita buat hanya durasi satu menit
yang khusus buat share di instagram saja. Setelah di upload di instagram aku
banyak sekali komen positif dan banyak yang suka. Itu yang membuat kita
semangat untuk buat lagi.
Judul puisi
berikutnya DESEMBERAKHIR dan SENJANUARI, yap puisi itu kita buat sebulan sekali
dan judul mengikuti bulan nya, namun setelah di upload puisi yang ke dua dan ke tiga ini banyak orang yang
kurang suka. Entah kenapa setelah puisi
ini pun kita juga jarang ada waktu kosong untuk meneruskan project ini, saya
sibuk kuliah dan Le dengan kerja partime nya.
Ya benar
tebakan kalian project visualisasi kita ini berenti di puisi ke tiga. karena
kurang disiplin dan waktu luang yang tidak ada, membuat kita susah untuk bertemu membahas project visualisasi
ini.
Singkat cerita
3 bulan kemudian Le menghubungi ku, lewat telfon dia memberitahu ku bahwa ada
teman nya butuh videografer untuk acara wedding. Setelah telfon di tutup aku
langsung bergegas menuju rumah Le untuk membahas project wedding ini.
Jujur ini
adalah tantangan baru untuk kita berdua, yang tadi nya hanya iseng buat video
puisi sekarang di tawari project wedding. Kita belajar hanya dari video wedding
di youtube. Dan dengan alat kamera seadanya kita buat sebagus mungkin. Bagian yang
membuat kita bahagia, di saat sedang diskusi seru tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk yang bertuliskan “mas uang nya
udah saya transfer ya” di warung makan yang kita jadikan tempat diskusi seketika di situ kita teriak “woooooww” dan
syujud syukur di samping meja makan , tidak lama tampak di depan kita ada
pelayan yang mau lewat dengan spontan kita cium tangan nya hehe. Ya terserah
menurut kalian itu berlebihan, tapi itu salah satu momen berharga dalam hidup
ku yang membahagiakan dan sulit untuk di lupakan. #sabtulis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar