Sabtu, 27 Oktober 2018

           Cerita Lensa 
sabtu sore ini aku ingin menceritakan salah satu pengalaman hidup yang membahagiakan versi ku, tetapi kalau setelah di baca ternyata kalian tidak bahagia jangan salah kan aku, karena kadar kebahagian seseorang itu berbeda-beda.
Sebelum lanjut bercerita aku permisi ke dapur dulu ya mau buat teh manis anget, karena kebetulan sore ini  habis hujan dan udara dingin tembus hingga kamar ku hehe.
 Yuk kita lanjutin, pengalaman hidup yang membuat ku bahagia itu “passion yang di bayar”  tidak pernah terpikir sebelum nya membuat video akan menjadi sebuah penghasilan buat ku, karena selama ini hanya keisengan saja. oiya kita belum kenalan nama aku Vicky Bayu biasa sih teman-teman manggil nya pikbay, tapi terserah kalian mau manggil  apa.
cerita ini di mulai tepat 1 tahun yang lalu saat itu teman ku baru saja keluar dari pekerjaanya, karena bingung mau ngapain dia mengirim pesan padaku, inti  dari pesan itu dia mengajak ku untuk bikin project visualisasi puisi, tanpa  mikir panjang aku meng iya kan ajakan nya, karena kebetulan aku suka buat puisi. 
teman aku ini nama nya Le dia partner ku dalam pembuatan project video, seminggu setelah mengirim pesan Le datang ke rumah ku, kita berdiskusi dengan seru membahas project ini. banyak ide-ide kreatif yang muncul dari otak kita mulai dari konsep judul puisi,konsep visualisasi,hingga narasi film pendek yang kita ambil dari tema puisi.
Dalam diskusi yang panjang ini kita juga menamakan tim project kita “Quo Vadis” , tidak ada arti khusus dari penamaan itu, nama itu aku temukan di kamus bahasa indonesia yang lusuh punya bapak. singkat cerita kita mulai membuat visualisasi puisi itu dengan konsep judul nya di ambil dari nama bulan, karena kita mulai di bulan november, puisi pertama berjudul NOVEMBERLALU.
Setelah di buat dan selesei dalam waktu seminggu puisi ini kita upload di instagram masing-masing, visualisasi puisi ini sengaja kita buat hanya durasi satu menit yang khusus buat share di instagram saja. Setelah di upload di instagram aku banyak sekali komen positif dan banyak yang suka. Itu yang membuat kita semangat untuk buat lagi. 
Judul puisi berikutnya DESEMBERAKHIR dan SENJANUARI, yap puisi itu kita buat sebulan sekali dan judul mengikuti bulan nya, namun setelah di upload puisi  yang ke dua dan ke tiga ini banyak orang yang kurang suka.  Entah kenapa setelah puisi ini pun kita juga jarang ada waktu kosong untuk meneruskan project ini, saya sibuk kuliah dan Le dengan kerja partime nya.
Ya benar tebakan kalian project visualisasi kita ini berenti di puisi ke tiga. karena kurang disiplin  dan waktu luang  yang tidak ada,  membuat kita susah untuk  bertemu membahas project visualisasi ini. 
Singkat cerita 3 bulan kemudian Le menghubungi ku, lewat telfon dia memberitahu ku bahwa ada teman nya butuh videografer untuk acara wedding. Setelah telfon di tutup aku langsung bergegas menuju rumah Le untuk membahas project wedding ini. 
Jujur ini adalah tantangan baru untuk kita berdua, yang tadi nya hanya iseng buat video puisi sekarang di tawari project wedding. Kita belajar hanya dari video wedding di youtube. Dan dengan alat kamera seadanya kita buat sebagus mungkin. Bagian yang membuat kita bahagia, di saat sedang diskusi  seru tiba-tiba ada notifikasi  pesan masuk yang bertuliskan “mas uang nya udah saya transfer ya” di warung makan yang kita jadikan tempat diskusi  seketika di situ kita teriak “woooooww” dan syujud syukur di samping meja makan , tidak lama tampak di depan kita ada pelayan yang mau lewat dengan spontan kita cium tangan nya hehe. Ya terserah menurut kalian itu berlebihan, tapi itu salah satu momen berharga dalam hidup ku yang membahagiakan dan sulit untuk di lupakan. #sabtulis                                                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar