2. Karena
pendekatan absolut menekankan pada pemenuhan kebutuhan fisik manusia. Tolak
ukur yang dipakai adalah kebutuhan keluarga, dengan memperhatikan kebutuhan
minimal yang harus dipenuhi oleh suatu keluarga agar dapat
melangsungkan kehidupannya secara sederhana, tetapi memadai sebagai warga
masyarakat yang layak. Termasuk didalamnya kebutuhan akan pangan, perumahan,
sandang, pemeliharaan kesehatan dan pendidikan anak. Menurut pendekatan ini
kemiskinan dipahami sebagai suatu keadaan dimana seseorang atau sekelompok
orang tidak mampu mencapai kebutuhan fisik pada tingkat minimal dari standar
kebutuhan yang sudah ditetapkan. Pendekatan absolut juga biasa disebut dengan garis
kemiskinan. Para ahli ekonomi di Indonesia sering menggunakan pendekatan garis
kemiskinan, karena berdasarkan kebutuhan pokok (basic needs) masyarakat
Indonesia. Kebutuhan pokok merupakan kebutuhan minimum yang diperlukan untuk
kelangsungan hidup manusia baik yang berupa konsumsi individu seperti
perumahan, pakaian, ataupun keperluan pelayanan sosial seperti kebutuhan air
minum, transportasi, kesehatan, dan pendidikan. Hal inilah yang menjadi alasan
negara Indonesia menggunakan pendekatan absolut atau garis kemiskinan.
3. Terdapat
5 faktor penyebab kemiskinan di Indonesia, diantaranya :
a. Pengangguran
Semakin banyak
pengangguran, semakin banyak pula orang-orang miskin yang ada di sekitar.
Karena pengangguran atau orang yang menganggur tidak bisa mendapatkan
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal kebutuhan setiap manusia
itu semakin hari semakin bertambah. Selain itu pengangguran juga menimbulkan
dampak yang merugikan bagi masyarakat, yaitu pengangguran dapat menjadikan
orang biasa menjadi pencuri, perampok, dan pengemis yang akan meresahkan
masyarakat sekitar.
b.
Tingkat pendidikan yang rendah
Tidak adanya
keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasan yang lebih, masyarakat
tidak akan mampu memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik. Karena dengan
pendidikan masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana cara untuk
menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia. Dengan belajar, orang
yang semula tidak bisa menjadi bisa, salah menjadi benar, dsb. Maka dengan
tingkat pendidikan yang rendah masyarakat akan dekat dengan kemiskinan.
c.
Bencana Alam
Banjir, tanah longsor,
gunung meletus, dan tsunami menyebabkan gagalnya panen para petani, sehingga
tidak ada bahan makanan untuk dikonsumsi dan dijual kepada penadah atau
koperasi. Kesulitan bahan makanan dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari tidak dapat terpenuhi.
d.
Malas Bekerja
Adanya sikap malas
(bersikap pasif atau bersandar pada nasib) menyebabkan seseorang bersikap acuh
tak acuh dan tidak bergairah untuk bekerja.
e.
Keterbatasan Modal
Seseorang miskin sebab
mereka tidak mempunyai modal untuk melengkapi alat maupun bahan dalam rangka
menerapkan keterampilan yang mereka miliki dengan suatu tujuan untuk memperoleh
penghasilan.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar